My Life, My Lesson, My Journey

 

 Sakit, sedih, hancur, berantakan… Sepertinya tidak ada kata kata yang tepat yang bisa menggambarkan perasaan saya saat itu.

Bismillahirahmanirrahim.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bismillah.

Bacaan bismillah buat saya akhir2 ini sering sekali saya ucapkan. Bismillah buat saya adalah kata-kata magic yang bisa menguatkan saya beberapa bulan ini.

Tidak terpikir bahkan terlintas sedikit pun dalam benak saya menjadi single parent seperti ini. Yah, bahasa trendinya “janda”. Biasa tapi tidak biasa mendengar kata-kata ini di telinga. Sakit, sedih, hancur, berantakan… Sepertinya tidak ada kata kata yang tepat yang bisa menggambarkan perasaan saya saat itu.

Bertahun tahun hidup bersama seseorang yang amat saya cintai, tiba-tiba harus berakhir seperti ini. But, life goes on. And I have to move on. Eits, jangan salah. Bukan move on dengan laki-laki lain, tapi lebih kepada keikhlasan diri dan pasrah.

Balik lagi ke kata bismillah. Setiap detik, menit, jam, bahkan hari, saya mengucap kata ini untuk menguatkan hati saya. Bangun pagi, melihat sisi kanan tempat tidur tidak ada lagi seseorang yang menemani dan memeluk saya. Terus terang, sakit sekali dada ini setiap saya bangun. Kemudian dengan kata bismillah ini pula saya mencoba tetap bekerja, menyemangati diri sendiri untuk tetap bisa profesional dalam pekerjaan apapun.

Di saat ini pula saya mulai berpikir dan bercermin. How come? Kok bisa semua ini terjadi, Olla? Mulailah saya intropeksi. Saya ini banyak kekurangannya. Kurang bersyukur, kurang menjaga diri, kurang memperhatikan, kurang kurang kurang banyak kurangnya.

Kondisi ini pulalah kemudian yang membuka mata saya. Saya harus kembali ke jalan yang benar.

Perlahan lahan saya benahi diri saya, perlahan lahan saya mencoba menerima semuanya. Beruntung saya memiliki keluarga yang luar biasa, Teman yang selalu support, bahkan para fans yang juga tidak ada habisnya mendoakan saya. Di saat seperti inilah tiba-tiba kita disadarkan pentingnya keharmonisan sebuah rumah tangga.

Dulu, mungkin kita pernah merasa hebat. Bahkan selintas bisa terpikir, “Ahhh… Saya bisa hidup tanpa kamu.” Itu pemikiran gila! Semuanya hanya EGO!!!

Kondisi ini pulalah kemudian yang membuka mata saya. Saya harus kembali ke jalan yang benar. Bukan hanya duniawi yang saya kejar. Saya harus beryukur, berdoa, berzikir, dan memohon ampun atas dosa dan perbuatan yang saya buat. Allah sudah memberikan saya segalanya. Tapi apa balasannya? Dan sekarang, hanya penyesalan yang ada pada diri saya.

“Hey, how are u today?”
Pesan SMS yang ditujukan pada saya ini mungkin terkesan sangat singkat dan biasa-biasa saja. Tapi tidak buat saya. Perhatian yang begitu kecil dan singkat inilah yang bisa membuat hari-hari saya bisa saya jalani dengan senyuman. Senyuman kebahagian. Paling tidak dia masih care. Bukan mencintai seperti dulu, tapi ada sedikit kepedulian dari ‘dia’ .

Lucu ya… Dulu, ada pesan seperti itu ditanggapi biasa-biasa saja. Nah, mungkin  di sinilah kita harus bisa menghargai dan bersyukur dengan apa yang kita punya, apa yang kita dapatkan.

Di saat saya sudah tidak bersamanya lagi, muncullah flash back kejadian yang saya lakukan. Perlakuan yang seharusnya tidak dilakukan pada suami. Penghargaan yang harusnya dilakukan terhadap suami. Dan masih banyaaak lagi…

Kalau ditanya, mungkin hanya  satu kali kesempatan lagi yang saya minta. Tapi mungkin itu tidak mudah. Mungkin ujian inilah yang diberikan Allah pada saya. Mungkin dengan cara seperti inilah saya bisa kembali ke jalan-Nya. Mungkin ini cara Allah menunjukan kasih sayang-Nya.

Saya mengambil hikmah dari semua ini. Saya mengganggap ini adalah ujian beserta hidayah yang diberikan Allah pada saya. Saya yakin, insyaAllah Ada jalan terbaik buat saya. Kalaupun ‘dia’ masih jodoh saya, maka kita akan kembali bersama lagi. Semuanya saya pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa.

Semoga cerita saya ini bisa bermanfaat. Bukan maksud menggurui atau sok tahu, saya sekedar ingin berbagi perasaan tanpa maksud apa pun.

Cintailah dan sayangilah pasangan kita dengan sepenuh hati. Selalu ingat pada janji setia yang terucap pada perkawinan. Hargailah dan terimalah segala kekurangan dan kelebihannya. Maka disinilah kita bisa merasa keindahan dalam hidup, serta ketenangan batin yang takkan terganti dengan apapun. Keluarga adalah segala-galanya buat hidup kita.

Cukup sekian dulu cerita saya ini. Mari kita awali hari-hari dengan ucapan bismillah. Dan semoga saya bisa melewati hari-hari saya dengan senyuman lagi. Dengan segala harapan, mimpi, juga doa yang selalu hadir di setiap nafas saat ini.

Family is a haven in heartless world!
I love you always…    

Olla Ramlan

sumber : http://id.omg.yahoo.com/blogs/my-life-my-lesson-my-journey-blog_editor-48.html
Diposting Oleh Olla Ramlan, Rabu, 22 Desember 2010 10.34 WIB

~ by Nina on December 22, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: