Berani karena benar

 
Mungkin kita semua pernah mendengar atau membaca kata-kata mutiara berikut: “Berani karena benar; takut karena salah…”. Berani karena sesuatu yang dilakukan itu benar dan baik; sebaliknya takut kalau sesuatu yang dilakukan salah menurut yang seharusnya. Atau (mungkin) sebuah hadits shahih: “Katakanlah yang sebenarnya walaupun itu pahit…”. Berani mengatakan atau melakukan sesuatu walaupun nanti akan mendapatkan sesuatu yang pahit.
 
Berani” dan “Benar” adalah pasangan sejati. Keduanya tak dapat dipisahkan; andaikan (bisa) dipisahkan, maka maknanya tidak akan lengkap dan terdistorsi. Sementara “jujur” adalah ‘mas kawinnya’. Ketiganya akan membawa suatu perubahan dari skala kecil hingga besar; baik tingkat pribadi-pribadi maupun global. Ketiganya adalah jaminan mutu sebuah kepemimpinan. (Pemimpin yang Adil)
 
Berapa dan betapapun resiko dan tantangannya, orang-orang dengan kualitas seperti ini akan tampil ‘luar biasa’. Mereka melakukan sesuatu yang banyak disegani, tdk ditakuti dan tidak pula dijauhi kebanyakan orang.. Padahal, mereka hanyalah sekumpulan orang-orang biasa; manusia akhir zaman….
 
Kegagalan yang mereka alami hanya sebatas “cambuk” untuk berbuat lebih; lebih baik, lebih besar, lebih terencana, lebih matang dan lebih bermanfaat. Sesungguhnya tak ada yang sia-sia bagi mereka; semuanya bisa dimanfaatkan – . Mereka percaya bahwa setiap ciptaan itu adalah keajaiban; karena memang diciptakan dengan keajaiban.
 
Ada baiknya kita menyimak kata-kata mutiara seorang John F Kennedy, presiden Amerika Serikat ke-35 sekaligus yang termuda diantara presiden-presiden Negara Adidaya itu. Beliau berkata: “Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan total…“. Artinya, orang-orang yang berani mengambil resiko maksimal akan meraih kesuksesan maksimal. Dan biasanya, orang-orang muda-lah yang memiliki semangat seperti ini. Pemuda adalah pengubah dunia.
 
“Keberanian adalah salah satu kualitas utama seorang pemimpin.Orang biasa yang jujur dan berani melakukan yang ditakuti oleh kebanyakan orang, akan tampil dan naik sebagai pemimpin.Perhatikanlah bagaimana orang-orang yang seharusnya menjadi pembesar, berlaku dengan keberanian kecil karena hutang keburukan dalam pergaulannya.

Ketidak-jujuran adalah perusak keberanian.”

~ by Nina on December 4, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: