Berdoa dalam bekerja

Setiap orang punya permintaan; ragamnya beraneka warna. Rata-rata, permintaan manusia adalah sesuatu yang besar, yang tidak atau belum dimiliki atau malah ‘pengembangan’ dari sesuatu yang sudah dimiliki. Dan…, berdoa adalah salah satu cara untuk mewujudkannya.
 
 Setiap permintaan itu didengar oleh Tuhan; baik yang dilafadzkan di bibir, pikiran maupun di hati, dengan berbagai bahasa dan cara ekspresi permintaan itu. Sepanjang itu baik dan diniatkan untuk hal-hal yang baik; baik untuk diri yang meminta apalagi untuk orang lain di sekitarnya. Tuhan itu Maha Baik; dan hanya akan menyukai yang baik-baik.
 
Ada orang yang meminta yang besar-besar; menjadi kaya. Tapi kenapa dia belum juga kaya? 
 
Ada juga orang yang meminta dipertemukan dengan jodohnya. Tapi kenapa dia masih jomblo juga?
 
Ada pula orang yang meminta diberikan keturunan. Tapi kenapa masih belum; bahkan tanda-tandanya saja belum?
 
================================ 
Ada orang yang meminta kaya. Tapi usahanya kecil; bahkan hanya berpangku tangan sebatas angan-angan.

Ada juga orang yang meminta dipertemukan dengan jodohnya. Tapi usahanya belum maksimal; seringkali gagal hingga akhirnya ‘menyerah‘.

Ada pula orang yang meminta diberikan keturunan. Tapi usahanya terlunta-lunta karena kesibukan.
 
================================== 
Ada orang yang meminta kaya; punya rumah istana dan uang milyaran. Tapi dia merasa dia tidak akan bisa dan belum pantas mendapatnya; dia hanya minta yang kecil….

Ada juga orang yang meminta dipertemukan dengan jodohnya. Dia memiliki kriteria tertentu yang tentu baik untuk dirinya; tapi dia sadar kriterianya itu terlalu tinggi dan pada akhirnya dia hanya minta jodoh ‘yang seadanya’ dan ‘yang mau menerimanya’ saja sambil berharap setidaknya ‘yang mendekati’….

Ada pula orang yang meminta diberikan keturunan. Dia telah mencoba segala cara yang pada akhirnya dia sadar dia sudah tidak mampu dan pasrah….
 
============================= 
“Meminta sesuatu yang besar menuntut kita memantaskan diri untuk menerimanya; tidak akan diberikan bagi orang yang belum pantas – dari segala sisi. Sikap menyadari kekurangan diri dan menerimanya merupakan langkah awal untuk memantaskan diri. Tuhan akan memampukan dan menyempurnakan usaha pemantasan diri dan mengabulkan permintaan bagi orang-orang yang dicintai-Nya”
 

~ by Nina on December 4, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: