Kegelisahan Hati

Kegelisahan hati adalah milik semua orang; begitu pula kebahagiaan hati. Hati yang gelisah selalu terasa menekan; menekan perasaan, menekan jantung, menekan ulu hati, menekan kepala – stress, depresi dan menekan dada hingga membuat nafas sesak dengan suara serak, parau. Semangat berkarya pun mengendor; harapan pun ‘seakan’ terbang melayang-layang dibalik awan. Sebaliknya hati yang bahagia akan membuat segalanya lebih baik, lebih bernilai dan lebih nyaman dijalani.

Kegelisahan dan kebahagiaan adalah bumbu kehidupan; berputar selalu. Tak selamanya seorang hamba gelisah hatinya; dan tak selalu pula seorang hamba hatinya bahagia. Entah itu banyak atau sedikit; itu bukan ukurannya! Terkadang dari sebuah kegelisahan akan melahirkan sebuah kebahagiaan; dari kebahagiaan pun bisa berubah wujud menjadi kegelisahan. Kitalah yang menentukan!
 
Melarikan diri dari kegelisahan , itu tidak akan pernah terjadi, namun ada yang beranggapan bahwa tampaknya menjadi solusi ‘paling mujarab’ yang banyak dilakukan orang. Awalnya memang manjur; bahkan terkadang sangat manjur. Kegelisahan itu tertinggal lalu terkubur! (sebenarnya dikubur oleh waktu-Nina N) .
Terkuburnya kegelisahan itu itu hanya sementara! Yang terjadi kemudian hanya membuat kegelisahan tersebut semakin merajalela, semakin memburuk; tak terkendali. Pada akhirnya justru akan membuat insan tersebut semakin tak berdaya !
 
Karena …Pelarian itu tidak bisa meninggalkan hati yang sedang gelisah; karena hati sendiri tidak bisa dibohongi apalagi ‘ditinggalkan’. Hanya dengan berdamai dengan hati dan diri sendiri akan membuat suasana menjadi lebih baik. Mensyukuri apa-apa yang sudah didapat dan tetap ikhlas berusaha untuk menjadi lebih baik bagi kebaikan diri dan sesama adalah langkah selanjutnya sehingga kegelisahan tersebut bisa ‘didayagunakan’. Ini hanya masalah penemuan dan pengaplikasian ‘konsep diri‘*; entitas setiap pribadi yang unik. Dalam bahasa lain, menjadi pribadi yang lebih dewasa dari waktu ke waktu.
 
Cobalah simak pesan berikut! Pahami dan laksanakan dengan segera!
 
Hadapi dengan senyuman …
Semua yang terjadi …Biar terjadi .
Hadapi dengan jiwa tenang ..Semua… Kan baik baik saja

Bila ketetapan tuhan..Sudah ditetapkan
Tetaplah sudah .
Tak ada yang bisa merubah ..Dan takkan bisa berubah

Relakan…
Bahwa semua ini yang terbaik
Terbaik untuk semua
 

 
 
 
“Jika engkau merasa tersiksa
dengan keadaanmu sekarang,
melarikan diri dari keadaan itu
tidak akan melepaskan kegelisahan
dari jiwamu.
Sesungguhnya,
kegelisahan tidak berada di tempat
yang menggelisahkanmu,
tapi ada di hatimu.Pelarian hanya akan menyampaikanmu
di tempat yang jauh
dengan perasaan yang sama.Karena sebetulnya engkau tidak bisa
berlari meninggalkan hatimu sendiri.

Malu aku malu
Pada semut merah
Yang berbaris didinding
Menatapku curiga
Seakan penuh tanya
Sedang apa disini
Menanti pacar jawabku

~ by Nina on December 4, 2011.

3 Responses to “Kegelisahan Hati”

  1. tahun baru, mari menjaga hati…
    dan semoga selalu bisa tersenyum bahagia🙂

  2. hehehehehe yang bagian bwahnya lagu kisah kasih di sekolah y hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: