Keluh kesah

Keluh kesah
Mengeluh adalah sifat alami manusia. Mengeluh adalah ekspresi tentang sebentuk ‘keyakinan’ akan nasib yang kurang atau tidak baik. Mengeluh adalah manusia…!
 
Mengeluh membawa pengertian bahwa sebuah cita-cita dan harapan besar tidak akan bisa terwujud. Mengeluh terjadi dalam setiap tantangan dan rintangan; tidak peduli kecil atau besar. Mengeluh akan nasib membawa ‘penderitanya’ menjadi gloomy and doomy (suram dan malang); tak menyisakan semangat dan harapan…!
 
Manusia itu memang makhluk yang unik; meskipun mengeluh akan bernasib buruk, dia tetap bisa ‘berkarya’ menghasilkan sesuatu – karya seni misalnya. Entah itu dalam bentuk novel, musik, puisi, lukisan, sinema dan sebagainya. ‘Ironisnya’, sebagian besar tema yang ‘diangkat’ adalah yang berbau ‘mengeluh’ yang berisi kesuraman dan kemalangan. Topiknya pun bermacam-macam; tapi tak terlepas dari CHT (baca: Cinta, Harta dan Tahta). Semuanya – atau sebagiannya – terangkum dalam gurindam sejarah kehidupan yang berkarya.
 
“Orang yang meyakini bahwa nasibnya buruk, akan menjadi orang pertama yang meragukan
kemungkinan perbaikan hidupnya.
 
Dia mempertahankan sikap yang telah melemahkan kehidupannya itu, dengan sangat kuat, sampai belasan atau bahkan puluhan tahun.

Hanya pribadi yang cerdas, yang tahu bahwa pasti ada yang salah, jika dia harus hidup lemah selama itu.

Janganlah mempertahankan sikap yang tidak menyejahterakan.”

~ by Nina on December 4, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: