Berhati-hatilah dengan cinta

Yang liar membara di awal pertemuan
terutama yang meledak-ledak dan bersemangat untuk
mengabaikan kebaikan dan menghalalkan yang tidak.
Cinta yang paling panas awalnya biasanya berakhir paling dingin.
Cinta yang hingar bingar pada awalnya biasanya berakhir dengan perpisahan
dalam kesepian yang pedih.
Jatuh cintalah, tapi jangan pernah kehilangan kemuliaan dirimu.

Pembicaraan tentang cinta seperti tak pernah ada habisnya, dan kenyataannya memang demikian. kali ini membahas tentang sisi lain dari cinta, apakah ada awal dan ada akhir ???. Seperti layaknya sebuah pertemuan, pasti berakhir dengan perpisahan Apakah begitu pula dengan cinta??.

Cinta memiliki awal dan juga memiliki akhir.
Sebahagian besar awal cinta membawa senyuman kebahagiaan, excitement. Datangnya cinta bisa terjadi karena disengaja maupun kebetulan. Sebenarnya, tidak ada istilah disengaja atau kebetulan ,itu karena segala sesuatu di semesta raya ini sudah diizinkan untuk terjadi, maka jadilah, hanya istilah manusia saja. Badai cinta datang membawa sebuah perubahan, yang sedih atau patah hati menjadi ceria kembali, yang sudah putus pengharapan menjadi punya harapan lagi. Semua yang merah menjadi biru…!

Tapi yang juga sering terjadi adalah bahwa cinta datang seperti diboncengi perasaan yang liar dan meledak-ledak. Lihatlah contoh di sekeliling kita, apalagi kehidupan mereka yang disebut artis! Bagi mereka, jatuh cinta seolah ladang proyek baru. Mereka jatuh cinta dan mengumbar kemesraan yang panas dan (bahkan) meledak-ledak ke khalayak umum, tanpa malu dan sungkan. Apa-apa yang seharusnya bersifat pribadi dan two-way interpersonal relationship dibuat menjadi konsumsi umum. Mereka, entah sengaja atau tidak, bahkan melakukan hal-hal yang belum pantas di depan masyarakat dengan rasa bangga yang amat sangat. Mereka lupa dan (sepertinya) tidak sadar bahwa mereka sudah terjerat perasaan cinta yang membabi-buta, mereka seperti kehilangan akal logika sehat dan nurani. Nafsu merekalah yang memimpin, sementara hati mereka terpenjara! …itukah Cinta???

Dan, ketika cinta itu harus memilih untuk berakhir, mereka jatuh dan larut dalam lautan kesedihan. Memang bukan mereka saja yang seperti itu, orang-orang yang jatuh cinta secara wajar pun jika harus menghadapi kenyataan pahit semacam ini tentu akan merasakan jatuh dan sedih. Perbedaannya, mereka yang jatuh cinta dan menanggapi secara berlebihan, liar dan meledak-ledak biasanya akan lama diam dalam keterpurukan jika putus cinta, sementara bagi orang-orang yang menanggapi putusnya jalinan cinta secara wajar akan cepat bangkit, survive dan membuka lembaran dan harapan baru – bahkan sangat cepat. Jadi bukan jatuh cintanya yang perlu berhati-hati, tapi penanggapannya!

Jatuh cinta yang ditanggapi secara tidak wajar hanya akan membawa kehidupan ke jurang kehancuran, dia akan cepat berlalu dan meninggalkan puing-puing reruntuhan jiwa yang hampa dan sia-sia. Jatuh cinta dengan tetap menjadi pribadi mulia akan menjadikan cinta yang dipunya menjadi lebih punya makna. Muliakanlah diri dan cinta dalam wadah yang dirahmati-Nya….

 

~ by Nina on January 2, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: