Kegamangan Cinta

Cinta adalah campuran menggamangkan
Jika kebaikan berkuasa dalam cinta,
maka harapkanlah kehidupan
seindah surga yang akan dibangun
oleh cinta dan kesetiaan antara keduanya.

Tapi

Jika keburukan yang memimpin
maka bersiap-siaplah bagi kehidupan
yang pedih karena dikoyak oleh nafsu
dan dihinakankan oleh pengkhianatan.

Cinta memang kaya, bahkan amat sangat kaya. ‘Kekayaan’ cinta seperti tak ada batasnya, bak menembus ruang dan waktu. Seperti Dzat yang menganugerahkannya untuk setiap makhluk bernyawa. Cinta meliputi segala sesuatu, yang di langit dan di bumi. Dalam cinta terkandung banyak variasi makna, sebanyak hati dan rasa yang ‘memilikinya’, baik dulu, sekarang dan masa depan. Umumnya, cinta dimaknai sebagai sesuatu yang indah laiknya malam ditaburi hamparan permadani bintang yang berkelap-kelip. Atau, cinta dimaknai sebagai sesuatu yang mencerahkan – enlightment, sesuatu yang mampu mentransformasi sesuatu dan – terutama seseorang – yang dehumanized menjadi humanized dan civilized. Sebaliknya, cinta juga ‘mampu’ meluluhlantakkan sesuatu yang bahkan sangat besar yang telah dibangun sejak lama, bahkan meninggalkan ‘radiasi nuklir’-nya seumur hidup bagi yang ‘merasakannya’. Cinta itu ibarat pisau bermata dua, tajam kedua sisinya!

Cinta bisa melahirkan kemuliaan, namun pada saat yang sama juga bisa menghadirkan Kehinaan. Cinta yang ‘memuliakan’ akan ‘mengharumkan’ nama dan ‘menghebatkan’ yang memilikinya.
Cinta yang diperintah oleh kebaikan akan menjadikan kehidupan dunia laksana surga dan segala yang ada di kanan-kirinya adalah hamparan permadani kembang setaman yang harum semerbak lagi menawan dan membuai. Dengan kebaikan sebagai Raja, engkau akan menemukan dirimu dihormati dan dipedomani.
Sebaliknya, jika cinta telah ‘diboncengi’ oleh kekuatan keburukan, cinta itu hanya akan ‘mengubur’ dirimu dalam kenestapaan dan pengkhianatan yang menyakitkan. Apa-apa yang terlihat, terpikirkan dan terasakan tak lebih dari sekadar hawa nafsu sesaat semata yang membuatmu hina-dina di hadapan pandangan Ilahi dan insani. ‘Penyiksaan’ seperti ini tampak di luarnya nikmat, tapi sesungguhnya akan menggiringmu jatuh ke dasar jurang paling dalam untuk tidak pernah kembali – jika dibiarkan begitu saja.

Cinta dalam kegamangan membutuhkan sentuhan ‘mahakarya’ yang kuat lagi hebat! Cinta dalam kegamangan ibarat sebuah persimpangan jalan, ada begitu banyak jalan tersedia dan hanya ada satu yang benar-benar mengantarkan ke tujuan dengan selamat. Cinta memang bisa melumpuhkan logika, tapi bagi jiwa-jiwa dengan hati-hati yang bersih lagi baik dan kuat, logika dapat ‘bereinkarnasi’ yang menjelma menjadi sebuah kekuatan raksasa yang tak mudah dibendung, apalagi dipatahkan begitu saja dengan mudahnya. Pikiran-pikiran yang positif dan logis akan ‘membebaskan’ cinta yang ‘tersandera oleh nafsu kehinaan dirimu sendiri’. ‘Kekuatan gabungan’ antara cinta yang jujur lagi tulus dengan pikiran yang positif lagi logis akan melindungi diri dan kehidupanmu dari ancaman fitnah dan serangan genosida dan holocaust cinta buta yang membinasakan.

Dan, apabila engkau mendapatkannya , rayakanlah kemenangan itu dengan sewajarnya!

 

~ by Nina on January 2, 2012.

One Response to “Kegamangan Cinta”

  1. Numpang nyimak ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: