Kemuliaan dan Kebahagian

Dalam pilu dan kerinduan
Untuk membangun keluarga yang tenteram penuh kebahagian
Jadikanlah aku tertarik hanya kepada dia yang setia kepada yang benar

Sebait pengharapan tentu pernah dilafadzkan oleh setiap orang . Sebuah ekspresi jiwa yang merindukan datangnya seseorang – belahan jiwa, teman sejati – yang akan menemani dalam sebuah petualangan, mengarungi bahtera hidup yang penuh dengan badai .Perjuangan suci’ ini tentu akan lebih ‘bernilai’, ‘bermakna’ dan ‘ringan’ jika dihadapi berdua  dengan pasangan yang setia atas kebenaran.

Ada sebagian orang yang begitu ‘mudahnya’ menemukan dan bersanding dengan belahan jiwanya; sementara sebagian yang lain tidak.
Ada sebagian orang yang begitu mudahnya ‘mengganti belahan jiwanya’ di saat dirasa sudah tidak ada ‘kecocokan’; sementara sebagian yang lain justru sebaliknya.
Ada juga sebagian orang yang di suatu saat dilimpahkan kemudahan untuk bersanding dengan belahan jiwanya – tapi tidak dipergunakan sebaik-baiknya karena  seribu satu alasan atau ketakutan, sementara yang lain justru seperti ‘dipersulit’.

‘Kategori pertama’ memang beruntung; setidaknya menurut ‘kategori kedua’. Seharusnya mereka bersyukur dan mempergunakan ‘kemudahan’ itu dengan sebaik-baiknya. Selagi masih ada kesempatan! Selagi belum dipersulit
Kategori kedua’ sepertinya memang bernasib ‘malang’. tetapi Sebenarnya, mereka adalah orang-orang ‘pilihan’. Mereka sengaja tidak ‘dibebaskan berdua  yang mungkin saja akan membawa mereka ke jurang kehancuran. Mereka ‘ditempa’ sedemikian rupa sehingga di suatu saat mereka bisa menjadi pemimpin besar; setidaknya pemimpin bagi dirinya sendiri dan keluarga sakinah-nya. Mereka pun juga dilindungi dari segala hal yang akan mencelakakan mereka; sampai-sampai orang lain menganggap mereka “cumi”, “kuper”, “cupu” dan sebagainya. dan membuat mereka tumbuh; semakin lama semakin kuat dan hebat; sehingga pada suatu saat, mereka akan disandingkan dengan belahan jiwa mereka yang juga kuat dan hebat.

Seperti halnya sebuah kalimat motivasi yang berbunyi: “Laki-laki baik-baik akan bersanding dengan perempuan baik-baik; begitu sebaliknya”.
Pria baik-baik akan cenderung hatinya kepada wanita yang mempunyai kepribadian baik, cerdas, setia, lemah lembut dan keibuan; sementara wanita baik-baik akan cenderung hatinya kepada pria yang mempunyai kepribadian yang juga baik, cerdas, setia, penyayang, pengayom, pengertian , bertanggung jawab dan kebapakan. Kelak dari pasangan ini akan lahir pribadi-pribadi yang berkualitas, santun, cerdas, bermartabat dan amanah.

Kemuliaan dan kebahagiaan itu bukan terletak pada apa yang dimiliki tetapi dari cara mereka mendapatkannya. Kemuliaan dan kebahagiaan itu terletak di hati, bukan pada benda mati yang dimiliki. Penundaan hanya akan membawa kepada kenestapaan pada hati, jiwa dan raga….

~ by Nina on January 2, 2012.

One Response to “Kemuliaan dan Kebahagian”

  1. Bukan sekedar kalimat motivasi biasa. Itu adalah kalimat suci Al Quran… http://dccline.wordpress.com/2009/02/01/wanita-wanita-yang-baik-adalah-untuk-laki-laki-yang-baik-dan-laki-laki-yang-baik-adalah-untuk-wanita-wanita-yang-baik-pula/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: