Untuk yang hatinya sedang marah

Aku marah atas perlakuan tak berkasih sayang dan tak adil yang kuterima
tapi aku tahu, aku tak boleh lupa bahwa ini terjadi dengan pengetahuan dan ijin dari-Mu.
aku hanya berharap kepada-Mu, dan berlaku lebih baik bagiku.
kuatkanlah aku, lebih kuat daripada keburukan yang ditujukan kepadaku
Jangan Engkau membebaniku dengan beban yang aku tak sanggup memikulnya

Tak ada manusia yang tidak pernah marah; seberapapun sabarnya dia. Suatu ketika – suka atau tidak – dia memerlukan marah. Kemarahan adalah sesuatu yang sangat manusiawi; penyeimbang sifat sabar. Kemarahan adalah suatu keniscayaan; dia adalah exhaust gas keburukan yang bersumber dari hati dan pikiran.

Kemarahan ‘sejati’ adalah kemarahan yang terjadi untuk ‘perbaikan diri’. Kemarahan itu berarti ‘pemberitahuan’ kepada diri sendiri bahwa ada satu kondisi atau hal yang mesti diperbaiki untuk mencapai tingkat kehidupan dan ‘kedewasaan’ yang lebih tinggi. Memaknai kemarahan sebagai sesuatu yang ‘sehat’ adalah tanda ‘kejeniusan tingkat tinggi’ yang – suka atau tidak – tidak dimiliki oleh semua orang.

Saat seseorang marah, dia akan menggunakan energi yang sangat besar yang bersumber dari kekuatan hati dan pikirannya. Matanya merah, suaranya meninggi, raut wajahnya memanas; bahkan tangan dan kakinya bisa turut ‘berbicara’. Kemarahan yang meledak-ledak dan tak terkendali hanya akan menimbulkan kerugian dan kerusakan; moril dan materil. Dan…, energi yang sangat luar biasa besarnya itu pun terbuang percuma…!

Kemarahan perlu dikelola dengan baik; entah itu bagi yang sedang mengalami marah atau bahkan yang sedang ‘dimarahi’. Jika energi marah itu digunakan untuk ‘membuktikan’ atau ‘membalikkan keadaan’ penyebab timbulnya marah, maka energi itu akan sangat efektif lagi efisien. Kebanyakan orang jika sedang marah – dan ‘dimarahi’ – akan berusaha ‘membela diri’; self-defense mechanism akan berlapis-lapis – dari ring 1 hingga ring 10 – terlepas apakah dia sadar atau tidak akan kebenaran dan ketidakbenaran hal yang membuatnya marah. Dengan pengelolaan yang mumpuni, sistem pertahanan diri akan sedikit dilonggarkan; elemen-elemen informasi yang benar dari luar akan terserap dan terolah menjadi bala bantuan cadangan – Komando Strategis, sementara elemen-elemen yang salah dari luar juga akan terserap dan terolah menjadi ‘tawanan’ – Prisoners of War (POW). Nantinya, ‘POW’ ini akan dijadikan ‘tameng hidup’ untuk ‘membalikkan keadaan’; membuktikan bahwa informasi invalid itu tidaklah benar – tantangan menjadi peluang.

“Your anger is truly your tremendous power of change; so manage it wisely! (= Kemarahan Anda sebenarnya adalah kekuatan maha dahsyat bagi perubahan diri Anda sendiri; jadi kelolalah dengan bijaksana!)”

 

~ by Nina on January 2, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: