Belajar dari binatang

Demi hidup, harimau memangsa manusia atau serigala memangsa sesamanya (homo homini lupus) dan ikan buas memangsa sesamanya (sianre bale) sebagai keharusan alamiah demi survive dan bertahan hidup.

Seharusnya di balik pernyataan, bukannya manusia saling membunuh sebagai serigala yang saling memangsa, melainkan serigala saling memangsa seperti manusia yang saling membunuh. Janganlah binatang dihina, dinista, dan bahkan difitnah dengan menyamakannya dengan manusia yang jahat. Harimau dinyatakan binatang buas bukan karena salahnya, melainkan karena kodrat alamiahnya.

Justru manusialah yang harus banyak belajar dari gaya hidup tertentu dari binatang yang secara instinktif menunjukkan perilaku mulia yang harus ditiru oleh manusia yang berakal budi, berkemauan bebas, dan berhati nurani atau berkalbu. Betapa banyaknya anjing jenis herder yang disebut juga Saint Bernard’s dogs yang telah menolong ribuan orang yang terperangkap di tengah gumpalan salju dan es.

Betapa banyak induk ayam yang memberikan makan anak-anaknya tanpa mengutamakan rasa laparnya sendiri. Sesudah kenyang, anak-anaknya diselimutinya di bawah kehangatan sayap-sayapnya. Betapa burung pelikan melukai dadanya sehingga mengucurlah darah sebagai pengganti air susu bagi anak-anaknya untuk bertahan hidup sambil menunggu tibanya musim semi. Ketika musim semi tiba, anak-anaknya sudah mampu terbang, sedangkan sang induk akhirnya mati kehabisan darah karena cinta

~ by Nina on January 11, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: