Bagaimana Seandainya?

 
Aku hanyalah Pendusta, Ketika aku melakukan perbuatan yang salah, jelek, hina, jijik,, aku malah berpura-pura Engkau tidak melihatku, mengawasiku, mendegarkan isi hatiku,, Padahal aku tau Engkau Maha Melihat, Maha Mengawasi, Maha Mendengar, Maha Mengetahui segala sesuatu dan Maha Kuasa atas segala sesuatu!!!!! Apa keluargaku, sodaraku, temanku, sahabatku, mengetahui akan hal ini???? Ampunilah kami Yaa Rabb….«»
 
 
 
Bagaimana Seandainya …
Suatu hari nanti
dipagi yang cerah ku sambut kau dengan senyuman namun tak dapat lagi ku gerakan seluruh tubuhku untuk membelaimu selamat pagi

bagaimana seandainya
disuatu malam nanti
dikala semua terang oleh lampu tetapi aku tak dapat memandang wajahmu untuk selamanya dan hanya bisa merabamu membayangkan betapa tampannya dirimu

bagaimana seandainya
disuatu sore yang cerah dikala semua orang berteriak cinta, aku hanya diam dan berteriak dalam hatiku aku cinta kau namun segalanya bungkam dan yang ku bisa dengar hanya suara detak jantung ini

bagaimana seandainya
disuatu siang dikala semua orang berkumpul senang, berbagi cinta tapi aku tidak bisa membahagiakanmu karena semua dalam diriku adalah kekurangan

bagaimana bila aku tidak lagi seperti ini,
masih kah kau bersikap seperti ini, masih kah kau mau berbagi cintamu
seandainya kau tahu hidup ini singkat, yaa
tiada kurang rasa ini

~ by Nina on February 8, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: