Pesan untuk Saudaraku

 
 
Masih ingatkah ketika suatu hari kita dipertemukan? mungkin saat itu adalah sebuah kebetulan yang mempertemukan kita. sebuah kebetulan yang telah direncanakan oleh Sang penguasa. Indah, manis, atau bahkan sangat membosankan. ya itu adalah awal. Awal dari sebuah cerita, cerita perjalanan yang tanpa sengaja telah membawa kita kepada begitu banyak rasa, cita, kisah dan kenangan.
Saudaraku, beribu malam yang telah terlewati dengan canda tawa, dan tidak jarang air mata. Kadang seperti Puncak gunung yang menjulang dengan keindahannya tidak dapat dipisahkan dan saling melengkapi, tetapi kadang seperti air dan api yang selalu bertentangan dan tidak bisa bersatu. Semua menjadi lebur setelah satu tawa terpecah, kemudian disambut oleh tawa-tawa lainnya itulah kita dengan segala baik dan buruk yang telah kita lewati.
Tertawa lepas, berteriak dan bertingkah laku yang apa adanya tanpa dibuat-buat dan semua ekspresi yang memang semestinya. Bersama kalian telah tercipta beribu kisah, yang tak kan habis bila diceritakan. Mungkin orang lain akan bosan mendengarnya, tapi kita begitu senang dan tidak pernah jenuh menceritakan kisah yang sama, yang selalu mengalirkan tawa, menggelitik pikiran. dan kadang kisah itu menyayat hati tapi menjadi parodi yang ringan bila diceritakan.
 

Bersama kalian memang terlalu sering memparodikan kepedihan dan menertawakan kepahitan. Itulah kita yang kadang dengan sengaja membuka luka lama untuk sekedar menciptakan tawa, menguak masa lalu untuk sekedar menertawakannya. Kadang kita masih terlalu angkuh dengan ego masing-masing, atau yang sering aku dengar ‘ingin memenangkan obsesi pribadi’ itu sering menemani perjalanan kita saudaraku yang sering kali meciptakan bara-bara api yang kapan saja dapat membakar kita.

Tetapi, tidak jarang juga begitu banyak angan yang tak pernah sampai pada ujungnya. Begitu banyak keinginan yang hanya sempat merongrong di ronga dada, atau mimpi-mimpi yang hanya bisa melebur menjadi satu dengan udara tanpa pernah bisa terwujud. Mewarnai langkah yang telah kita cipta.

Saudaraku, bila saat ini kau sedang mencari jalan lain, berjanjilah suatu saat nanti kau akan kembali kerumah, ke rumah ini dimana kita tumbuh dan dewasa bersama. Karena bagiku, bersama kalian adalah merasakan rasa bangga yang tak terperi dan rasa damai yang tak terjamah. dan suatu saat nanti kita akan kembali

~ by Nina on February 8, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: