Keikhlasan

 Keikhlasan

Seketika kamar temaram. Hanya tinggal sebuah lampu tidur, sebuah lampu semprong minyak tanah yang kerlap kerlip karena apinya diayun ayun angin malam di ujung kamar. Jendela kamar dibiarkan terbuka, memerdekakan udara menjelang musim hujan yang sejuk keluar masuk.

Sepotong rembulan pucat mengintip dari jendela. Hari ini aku tertidur pulas walau hanya beralaskan sarung. Malam memuram. Aku telah berselimut dalam gelapnya ruang. Bola mataku tertutup rapat, namun ada gerakan kecil kesana kemari didalam mataku yang tak lagi melihat. Semestinya aku sudah tak terjaga semenjak dua jam lalu. Diamku berkata-kata. Ramai, sangat ramai. Suara detak detik jam didepanku ternyata telah berputar 3600 kali dengan lesu. Otakku berat. Lebih berat dari berat badanku sendiri —aku rasakan seperti itu. Hening membuatku bercermin. Otakku meloncat kesana kemari. Direspon oleh hati yang tak mau berhenti ngoceh kesana kemari.

Ya Tuhanku….,
berikanlah pertolongan kepadaku dan janganlah Engkau membiarkanku. Menangkanlah aku, dan jangan Engkau jadikan aku orang yang terkalahkan. Limpahkanlah kepadaku kemampuan untuk memberdayakan diri, dan janganlah Engkau memperdayaiku. Tunjukilah aku dan mudahkanlah hidayah-Mu kepadaku. Tolonglah aku dari orang-orang yang berbuat jahat kepadaku.

This slideshow requires JavaScript.

Ya Tuhanku….,
jadikanlah aku orang yang banyak bersyukur [berterimakasih] kepada-Mu, banyak mengingat (berzikir) kepada-Mu, banyak takut terhadap-Mu, banyak melakukan ketaatan kepada-Mu, banyak tunduk seraya kembali kepada-Mu.

Ya Tuhanku….,
terimalah taubatku, basuhlah perasaan hatiku. Kabulkanlah permohonanku, kokohkanlah hujjahku, tunjukilah hatiku, benarkanlah lisanku, dan musnahkanlah segala kegamangan dalam hatiku. “Bismika Allohuma Ahyaa Wa Bismika Amuut” Dengan nama-Mu Ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati, Amien.

Kalau saja hidup tak ber-evolusi. Tak kenal berlelah payah. Tak perlu berakit-rakit kehulu untuk mendapatkan kesenangan ditepian. Tanpa ragu, aku akan rela mematung dalam kondisi seperti ini. Memfosilkan diri dalam kenyamanan. Tapi hidup ini cair. Realitas selalu berubah. Bumi terus berputar. Malam akan tergantikan siang. Detik siap tergantikan menit. Menit siap tergantikan jam. Jam siap tergantikan hari. Hari siap tergantikan bulan. Bulan siap tergantikan tahun. Yang diam, tentulah tergilas.
Semuanya akan berubah. Tak akan ada yang abadi setiap detiknya. Tuulijullaila finnahaari, wa tuulijunnahaara fillaili. Allah menggantikan malam kepada siang, dan siang digantikan malam. Masa regenerasi dan pergantian itu pastilah ada. Begitu juga kegelisahan dan ketakutan. Pasti akan tergantikan dengan kemudahan dan kebahagiaan. Sabarkan diri dalam fase malam yang dingin ini, esok giliranku yang akan mendapati hangatnya mentari. Akan ada kabar gembira bagi mereka yang gelisah, ada kegembiraan, ada kelembutan yang tersembunyi dibalik penderitaan.

Otakku aku sabarkan. Jiwaku aku relakan. Aku mencoba meridhoi kondisi ini. Fa inna ma’al ‘usri yusraa, inna ma’al usri yusraa. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Nikmati saja malam yang semakin gelap ini, ini pertanda fajar akan segera datang. Tak ada satu pun yang diskenariokan kepadaku tanpa tujuan. Begitu pula dengan kesulitan ini. La takhof wala tahzan, innaallaha ma’ana. Jangan takut, jangan pula bersedih, Allah bersamaku. Relakan kesulitan ini, biarkan menggerus kesombonganku. Biarkan kesulitan ini mencambukku berdzikir, bersyukur, dan berwaspada dalam berpikir. Biarkan kesulitan ini mengajariku teknik memikul beban dan bertahan di masa depan.

Setiap mendung menggantung, hadir rasa gelisah terbacalah semua cuaca yang selalu saja berubah sebagai jiwa pengembara yang teguh, betapa pada perjalanan sejauh apa pun akan tetap kita tempuh. Senja akan tiba, tersuguh panorama purba mengukur umur, kita semakin tua saja, hingga tak bisa berlama-lama pada permainan pelangi karena itu sebelum hujan akan jadi turun kita bergegas segera mempersiapkan payung. Hujan senja semakin menambah rasa gelisah malam menjelang datang menutup segala kemungkinan maka, benahi bekal kita menghadapi kehidupan abadi. Jangan heran kenapa anak kecil takut akan malam,  “jangan takut akan gelap, karena gelap melindungi diri kita dari kelelahan”. Tunggulah dgn tidurmu, toh sang mentari akan datang mengajak kita untuk bercanda bersama selama 12 jam penuh. Pagi-MU akan tersuguh udara sejuk – Siang-MU tersaji panas yang menyengat – SoreMU keindahan lembayung senja memiliki arti luas. Jangan takut kawan, semua ada waktunya semua ada ibrahnya (pelajaran) tinggal kita mengambil dan meresapi indahnya rasa itu. “Bahwa hidup itu adalah kombinasi antara niat ikhlas, kerja keras, doa dan tawakal, ikhlaskan semua kepadaNYA”. 

Aku ikhlas mencintai kamu dan kamu ikhlaskan pula untuk mau dicintai

~ by Nina on June 19, 2012.

3 Responses to “Keikhlasan”

  1. Subhanallah…….indahnya untaian kata kata mu..

  2. salam kenal…

  3. lagi lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: