Kerinduan

Masihkah kita bersahabat ??
Aku rindu padamu suara alam,Ingin aku menjauh dari riuhnya kota ini,
Karena aku rindu padamu lembah nan sunyi.

This slideshow requires JavaScript.

Aku hanya ingin mendengar alunan nada-nada kedamaian dari dalam rimbamu.
Lama tak kuhirup udara bersih, Kalbuku bosan pada kota yg sibuk ini,
Pandanganku hampa pada gedung-gedung tinggi.

Tak ada pohon besar,
Tak ada wangi bunga edelweis,
Tak ada tegur sapa jika tak kenal.

Tak kulihat wanita-wanita perkasa,
Yang ada hanya wanita-wanita yg sibuk dengan riasan tebal pada wajahnya.
Tak kutemukan juga sabat baru disini.

Aku rindu keheningan,
Aku rindu kabut senja,
Aku rindu embun pagi yg dingin,

Aku sangat rindu padamu dalam kebersamaan

Dengarlah dedaunan berbisik pada angin. Di sore itu, musim gugur memapas cemasku di sebuah taman, pepohonan meranggas dan daundaun kering, serta merahnya daun maple, menyaksikan kita, juga warnawarni …
bagai  kupukupu berterbangan. Tiada yang lebih indah dari pemandangan ketika kau tersenyum di pangkuan.
Lihatlah bulan tak takut pada kegelapan, dibiarkan cahayanya ha-nyut bersama angin malam, menelusuri untaian rambutmu, ingin ia titipkan cahayanya, seperti pendarpendar bintang berkilauan ketika kau menatap anggun di pangkuan.

Hujan senja penghujung bulan Juni
seperti cinta kembali dari perantauan
membasuh debu ingatan di dedaunan.
Kau buka jendela, hembusan angin membisik kenangan
harum tanah meninggalkan jejaknya di jalanan…

aku tersenyum memandangmu, udara dingin terasa menggairahkan.
kaukah menyunting sebaris doa di antara gumpalan awan
kaukah yang memohon turunnya hujan.
Kau ceria, menikmati musik di jendela, juga risik angin
tetesan, gemericik, rintik berderap, gemuruh simfoni Mozart
kau memandangku, udara dingin semakin menggairahkan.
Sungguh, senyummu bagian yang tak terlupakan
dari rintik rindu…Berakhir di Hatimu

Pelangi menjuntai di langit jauh
teduh melambai di celahcelah gerimis
gradasi warna adalah selendang para dewi
yang terlepas terbawa angin bukit
dan kamu, bidadari yang jatuh
di lembah hatiku.

Sungguh tak jemu aku mengagumimu
semburat merah di wajahmu. Asmara itu. Di senja itu
pokokpokok waru berebut menjadi bayangmu
lalu melukisnya di dadaku. Untuk kudekap
menjelma debar bagi jantungku.
Jangan lagi kaurisaukan
cinta ini hanya berakhir di hatimu
lembaran putih yang membuat kalimat cinta
tertulis dengan jelas.

Senja berganti Malam
Ini malam purnama
terbentang langit dalam kelambu cahaya
kau selimuti aku dengan tatap matamu.
Malam jadi seharu aku
bintangbintang di langit ungu. Berderaian
jatuh di pangkuan
menjelma kunan…kunang yang menari di wajahku.
“karena cinta, aku bersinar selalu…”
Terasa di kerut wajah jejak lembut ujung jarimu
hangat berdesir dalam darah menuliskan syair cinta
percakapan apakah mengalir dalam peluk kasmaran
tatapan erotismu tak pernah tuntas aku tafsirkan.
“karena cinta, rembulan bercahaya…”

Demi malam semakin larut
ketika rasa sepi memagut resah bintang pada bulan
Biarkan lelaki ini terus memanggil manggil di kejauhan langit
Menatap kosong penuh peluh dengan hembus nafas tersesak
Dan menggigil dingin tersapu angin bersahutan dalam rinai hujan

Baru beberapa saat rasanya senja berarak tak kian berpamitan
Fajar tak juga membawa embun pada belaian pagi
Dan baru saja kemaren dekapan terasa hangat
Menyentuh pucuk – pucuk asmara
Merengkuhku dalam genggaman cintamu

Semakin hari pun sendu mengikis waktu di perasingan langkah
Merantai tangan dengan duri keindahan mawar yang tak terjamah
Lalu memenjarakan jiwa dalam gelora kerinduan yang bersenandung

Aku lelah mencumbui kerinduan ini, sayank…
Seringnya aku lewatkan lelap mengurai benang harap
Agar engkau lekas kembali saat aku terjaga

Ingin aku gulir waktu
Agar segera aku mengusap wajahmu; membelaimu
Membiarkanmu bersandar di dadaku
Mengurai resah dan gelisah oleh kusamnya waktu
Berbagi kasih dan cinta yang membelah jiwa kita
Merasai desah nafas dan detak jantungmu

Lalu aku bisikan perlahan di telingamu
Keindahan teratai yang tumbuh di tengah danau jiwa kita
Juga bahagia hari esok yang ingin kita lewati
Tentang cita-cita dan impian
Tentang besarnya cintaku untukmu

kasih, betapa aku tak bisa jauh darimu…

Sumber : Catatan Hati dari yang tak kuketahui…mohon maaf..

~ by Nina on July 22, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: