Bila Hijab Tersingkap

Sejauh yang diingkan oleh seorang dalam bercinta. agar dia mencapai keterbukaan (Mukasyaah) yang sempurna terhadap kekasih yang dicintainya , agar tidak ada jarak lagi antara dia dengan dirinya, agar dia kekasihnya itu dan kekasihnya sebagai dirinya sendiri, tidak ada rahasia lagi, tidak ada penghalang lagi
Ini memang adalah waham yang telah merata dan kekeliruan yang dikarenakan telah lumrah, maka berubah jadi kenyataan yang diterima

Padahal, kalau Hijab itu tersingkap benar-benar diantara dua orang yang tengah memadu cinta , otomatiis cinta itu sendiri tidak ada lagi artinya, karena cinta itu adalah kedekatan, bukan kelenyapan (Fana) yang satu pada yang lain, cinta adalah saling menjaga rahasia, bukan keterbukaan atau penelanjangan samasekali
Perhatikan…, Sukakah Anda dintai??, Bagaimanakah perasaan Anda bila sedang berapalah, kemudian ada orang yang mengintip Anda ??.
Siapakah yang tidak memerlukan pelampiasan sahwat, dimana kita lebih mirip dengan budak..dan pada gilirannya kita lebih cendrung malu kepada diri sendiri. Dari sinilah mincul kata2 “Aurat” dan “Hijab” yaitu suatu kekurangan yang kita tidak suka bila orang lain melihatnya, sekalipun itu semua sebenarnya hal yang sudah sama-sama dimaklumi dan kita semua sama-sama memilikinya.
Lain dari pada itu, sesungguhnya Cinta adalah perasaan yang senantiasa lapar, ia bisa bangkit dan selalu ingin tau kapan saja ada kesempatan, dan menyala bila ada rahasia, karena rahasia memang membangkitkan hayal, sedangkan khayal itu adalah materi dan bahan cinta. Tanpa khayal maka yang ada hanyalah tukar menukar kepentingan dan pemuasan naluri belaka.
Khayal adaah perasaan, waham dan mimpi-mimpi indah, khayal adalah sayap yang digunakan oleh Cinta untuk terbang dan membumbung tinggi dari kenyataan, Tanpa sayap ini maka cinta aka jatuh menghantam tanah batu kering dan berantakan diatas kepentingan kepentingan.
Kalau Anda ingin mempertahankan Cinta, maka jangan sekali kai menginjakan kaki dalam ranah ini…antara anda dan orang yang anda cintai. Jangan Anda singkap Tabirnya,jangan anda buka otak atau masuk kedalam hatinya.
Itulah sebabnya Allah SWT berfirman

“Jangan kamu mencari-cari kelemahan (orang lain)” (al-Hujurat:12)

Karena Allah menghendaki agar tiap-tiap kita mempunyai kekhususan yang tak boleh dilanggar orang lain, atau rahasia antara dia dengan Tuhannya yang tak boleh diketahui dengan orang lain selain Allah sendiri. Juga agar masing masing dari kita mempunyai wajah untuk berhadapan dengan sesamam manusia dan wajah lain untuk berhadapan dengan Allah. Wajah yang kedua itulah adalah rahasia pribadi yang bila dilanggar akan menimbulkan permusuhan dan merupakan kerakusan dari seorang kekasih dari apa yang bukan haknya.  

selengkapnya disini

~ by Nina on August 28, 2012.

4 Responses to “Bila Hijab Tersingkap”

  1. oohhh.tx..Mba..skrg aq tau “Cinta” itu saling menjaga kerahasiaan…

  2. Apakah karena cinta .rahasia harus ditutup-tutupi ..

    • Cinta membutuhkan kejujuran..pengertian …dan..Pengorbanan..sekalipun itu rahasianya..Maaf Mas Satria..tulisan diatas akan disambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: