Catatan hari ke 3

 
“Berilah kemaafan, mungkin ini tidurmu yang terakhir”
 
Rasulullah SAW mengumpamakan tidur itu sebagai “mati kecil”..kerana itulah agaknya kenapa kita disunatkan untuk berwuduk, berzikir, beristighfar, memaafkan kesalahan orang dan berwasiat sebelum tidur..saya terfikir, apakah salah2 saya pada kawan2 yang saya kenali dan juga pada mereka yang saya tidak kenali tetapi mungkin ada di antaranya telah tercalar hati dengan tidak saya sengajakan..jikalau ada, maafkan aku wahai teman..tidurnya saya malam ini, manalah tahu, entah2 tidur ini adalah tidur yang terakhir, tidur yang penghabisan..
 
Antara wasiat Luqmanul Hakim kpd anaknya:
“Wahai anakku, kalau engkau meragui benarnya mati itu, maka janganlah kamu tidur. (Namun) Sepertimana engkau akan tertidur juga akhirnya kerana terlalu mengantuk), maka demikian jugalah dengan kematian. Dan apabila engkau meragui pula benarnya hari kebangkitan, maka janganlah(sekali-kali) engkau cuba bangun dari tidurmu(namun nescaya engkau akan terjaga juga dari tidurmu), maka demikianlah juga dengan hari kebangkitan. Kamu akan dibangkitkan selepas kematianmu.”
 
“Ya Allah ya Tuhanku, jika tidurku ini tidur yang penghabisan, maka ampunkanlah segala dosaku, maafkan segala kesalahanku dan redhalah pada diriku..”
 
Selagi nyawa belum sampai ke ghalgharah(kerongkong) kita, sebelum mentari menjelma dari arah barat, maka pintu taubat masih terbuka luas di depan kita..Jadi, bertaubatlah..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: