Catatan hari ke 7

 
Setelah Allah SWT mengampunkan kita, jiwa akn rs tenang, aman dan tenteramnya hati..tetapi sebagai manusia, sudahkah kita memaafkan kesalahan org lain terhadap kita, terutama musuh kita? Beranikah kita menghakis bersih dr persada hati perasaan dendam kerana kesalahan teman dan saudara yg sengaja dan tak sengaja? Ingatlah:
Membalas kebaikan dgn kejahatan adalah serendah2 budi pekerti
Membalas kejahatan dgn kejahatan bukanlah perikemanusiaan
Membalas kebaikan dgn kebaikan adalah kebiasaan
Tetapi membalas kejahatan dgn kebaikan adalah cita dan cinta kemanusiaan yg setinggi2nya
Patutnya kita hidup dan bercita2 sedemikian, iaitu membalas kejahatan dgn kebaikan..sematkan di dlm diri kita utk mencapai kemuliaan sejati..mmg sakit dan perit di jiwa kita utk membalas kejahatan org dgn kebaikan kita..di dlm batin kita amat hebat gelora perjuangan antara nafsu jahat dgn budi mulia..
 
Nafsu amarah membayangkan penderitaan kita kerana kesalahannya terhadap kita, kerugian kita kerana teraniaya..jika kita memaafkan dia, untunglah dia tapi di sinilah letaknya ketinggian budi dan kemuliaan insani muslim yg sejati..memaafkan perbuatan jahat org terhadap kita, kemudian diberikan balasan kebaikan adalah kemenangan budi yg mulia..tewaslah nafsu serakah manusia kerana ketinggian budi kita, teman terhindar dr dosa..musuh mungkin bertukar menjadi teman karib dan setia..bkn mustahil jika diizin Allah Azzawajalla..bagi kita, harga diri naik setingkat lagi dan kehidupan sentiasa mewangi serta terbentuklah kekuatan peribadi..
Seorang pujangga Arab pernah berkata:
“Cubalah simpulkan kembali tali persaudaraan yg tlh putus, jalinkan semula ikatan persahabatn yg terungkai, maafkan kesalahan org terhadap anda, nescaya dpt dirasai nikmat kemanusiaan dan kemanisan jiwa.”
Kata Lokman Hakim:
“Tak dpt dikenal kemanusiaan seseorg melainkan pd 3 situasi. Dikenal pemaaf ketika dia marah, dikenal berani ketika di medan juang, dikenal sahabat sejati ialah ketika dlm kesusahan.”
Tetapi secara peribadi, saya lebih suka kepada teman2 dan sahabat2 atau kawan2 yang bila dia marah, dia menjaga tutur kata, lisannya, bahasanya, kerasionalannya sebagai org dewasa, sbg org yg berilmu, dan yg paling penting sbg seorg yg mengaku dirinya adalah org Islam..
Tahun baru, azam baru, dunia baru, harap jua Iman yang semakin diperbaharui, semakin elok rupanya..Salam Dunia dan Akhirat buat semua..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: