Manfaat Tidur

Tidur Yang Benar Tubuh segar

Tubuh manusia ibarat mesin yang jika tanpa dilakukan perawatan maupun istirahat, tidak dapat melakukan pekerjaan/ kegiatan secara optimal. Nah istirahat ini salah satunya dengan tidur.
Tidur berguna untuk mengistirahatkan, juga untuk memperbaiki kerusakan jaringan sel dengan mengganti sel-sel yang rusak dengan yang baru setelah beraktivitas seharian.
Semakin baik kualitas tidur maka semakin baik pula efeknya bagi tubuh. Tidur dengan kualitas baik dapat dicapai dengan tidur dalam waktu cukup, tidak terlalu lama dan tidak terlalu sebentar, serta tidak tidur terlalu larut.
  1. Berapa lama waktu tidur?
Institusi American Cancer Society dan UCSD pernah melakukan penelitian tentang korelasi lama waktu tidur dan tingkat kematian. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh bawa kebiasaan tidur yang lebih dari 8 jam memiliki kecenderungan tinggi untuk meninggal dengan cepat. Waahh  serem kan??
Hal serupa juga diungkapkan oleh Jim Horne, Ph.D, dari Loughborough University Inggris bahwa kebanyakan tidur ibaratnya seperti kebanyakan makan atau kebanyakan minum yang artinya memberi tubuh melebihi yang dibutuhkannnya.
Tidur terlalu lama dapat mengakibatkan tubuh menyerap limbah dan uap-uap kotor kembali, sedangkan kurangnya waktu tidur juga akan merugikan bagi kesehatan karena tubuh tidak diperbaharui dan dipulihkan lagi dengan baik.
Hal ini dipertegas oleh penelitian yang dilakukan oleh Christian Benedict, Universitas Uppsala di Swedia, yang menunjukkan bahwa kekurangan tidur pada satu malam dapat memperlambat metabolisme pada keesokan paginya otak yang kurang tidur akan menunjukkan aktivitas seperti tidur di beberapa bagian yang seharusnya terbangun ketika tubuh manusia sedang terbangun.
Kurangnya waktu tidur dapat mengakibatkan:
  1. Gangguan memory dan mood. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur yang kurang dapat menyebabkan daya berpikir menurun, sulit untuk fokus, dan pikiran akan lebih mudah bingung. Selain itu, orang yang kurang tidur dalam waktu lama memiliki resiko lebih besar untuk terkena depresi.
  2. Lebih beresiko terkena penyakit jantung. Tidur yang kurang juga bisa berpengaruh negatif pada hati dan pembuluh darah yang juga memainkan peran dalam penyakit jantung.
  3. Lebih rentan terserang penyakit. Kurangnya porsi tidur dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, sehingga tubuh akan lebih rentan.
  4. Memiliki resiko mengalami diabetes dan obesitas lebih tinggi. Orang yang kurang tidur lebih memilih makanan yang tinggi kalori dan karbohidrat sehingga memiliki kecenderungan untuk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas dibanding orang yang cukup tidur.
  5. Kapankah sebaiknya harus mulai tidur?
Selain lama waktu tidur, kapan waktu untuk tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan. Tidur sebaiknya tidak terlalu larut malam, karena hal ini berhubungan dengan hormon tubuh bernama melatonin. Melatonin diproduksi sebuah kelenjar di otak dan pengeluarannya tidak terus-menerus sepanjang hari tetapi mengikuti siklus tubuh yang dikenal sebagai irama sirkadian.
Hormon ini mulai dihasilkan ketika matahari terbenam dan mencapai puncaknya antara pukul 02.00-03.00. Fungsi melatonin adalah sebagai antioksidan, sistem imunitas tubuh, juga pengatur jam biologis tubuh. Hormon melatonin dihasilkan di waktu gelap, dimulai saat matahari terbenam, dan adanya cahaya mengganggu pengeluarannya. Namun, seiring bertambahnya waktu, saat produksi melatonin terus meningkat hingga mencapai puncaknya antara pukul 02.00-03.00, ternyata sedikit demi sedikit cahaya harus dikurangi. Ketika terus terpapar cahaya, maka produksi dan efek medisnya tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Terutama saat masih menonton TV hingga larut malam, maka cahaya yang ditimbulkan serta gelombang elektromagnetik pada TV dapat mengacaukan produksi melatonin.
Tidur merupakan kegiatan rutin yang tidak dapat diremehkan. Persiapan tubuh saat tidur akan menentukan bagaimana kondisi tubuh saat bangun. Persiapan yang baik akan membawa tubuh pada kondisi baik saat bangun, sedangkan persiapan yang buruk akan membawa sebaliknya. Alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan hal ringan seperti tidur cukup dan tidak terlalu larut untuk hidup yang lebih baik dan untuk hidup lebih sehat. Silahkan mencoba!!
 
Sumber : http://piogama.ugm.ac.id
 

Selama siklus tidur kita akan mengalami 2 macam keadaan tidur yaitu keadaan tidur tenang dan keadaan tidur aktif. Tidur tenang sering dikenal dengan istilah tidur NREM atau Non-REM (No Rapid Eye Movement atau Tidak Ada Gerakan Mata yang Cepat).
Saat tidur tenang atau NREM atau Non-REM, tubuh seseorang akan mengalami kegiatan yang tenang. Denyut nadi, pernapasan dan tekanan darah tubuh akan bergerak lebih tenang dan teratur. Ini adalah proses di mana tubuh memulihkan tubuh. Otot-otot, kelenjar tubuh dan susunan tubuh diperbaiki. Zat-zat yang tidak berguna akan dibuang dari tubuh. Pada saat tidur tenang juga terjadi penggabungan protein-protein yang akan digunakan pada saat tidur aktif.
Pada keadaan tidur tenang atau NREM atau Non-REM, seseorang akan mengalami 4 tahap. Berikut ini tahapan yang terjadi ketika Anda mulai tertidur.
•Tidur Ringan
Saat pertama kali seseorang mulai tertidur, Anda memasuki tahap pertama di mana Anda mengalami tidur ringan atau tidur dangkal, di mana otot tubuh akan mengendur dan gelombang otak akan bergerak tidak beraturan. Pada tahap ini biasanya dimulai ketika Anda mengantuk dan tertidur. Tahap pertama berlangsung selama 30 detik sampai 7 menit pertama tidur Anda.

•Tidur Sebenarnya
Selanjutnya, Anda akan memasuki tahap kedua yaitu tidur sebenarnya, di mana gelombang otak membesar, pecahan-pecahan pikiran dan gambar-gambar mungkin bermunculan dan bergerak di pikiran kita tetapi kita tidak menyadarinya, bahkan Anda sudah tidak sadar dengan keadaan di sekeliling Anda. Tahap kedua berlangsung selama 20 persen dari seluruh waktu tidur Anda.

•Tidur Lebih Pulas
Tahap ketiga tidur Anda semakin lelap. Pada tahap ini, tubuh Anda mulai sulit dibangunkan karena sudah terlelap.

•Tidur Terpulas
Tahap keempat merupakan tahap tidur paling pulas. Pada tahap ini, otak memproduksi gelombang besar, sebagian besar darah dialirkan ke otot, terjadi pemulihan dan perbaikan fungsi tubuh. Hormon pertumbuhan dihasilkan dan terjadi proses pertumbuhan berlangsung pada tahap ini. Tahap ketiga dan keempat berlangsung selama 50 persen dari seluruh waktu tidur kita.

Jika saat tertidur, kita tidak bisa memasuki tahap ketiga dan keempat, maka kemungkinan besar saat terbangun kita akan merasa letih bahkan bisa depresi.

Selesai memasuki tahap keempat, Anda akan mengalami tahap pertama kembali, memasuki tahap kedua dan seterusnya. Siklus ini akan berulang beberapa kali. Pada umumnya pengulangan siklus ini berlangsung selama 3 sampai 5 kali. Lamanya 1 kali siklus membutuhkan waktu sekitar 90 sampai 110 menit.
Tidur Aktif atau REM
Setiap siklus tidur tenang atau NREM akan diakhiri dengan tidur aktif atau REM (Rapid Eye Movement atau Gerakan Mata Cepat). Kebalikan dari tidur tenang, denyut nadi, pernapasan, tekanan darah dan aktivitas lainnya berlangsung dengan lebih aktif, cepat dan tidak teratur. Darah dialirkan ke otak dan gelombang otak. Anda dapat melihat seseorang mengalami periode saat saat melihat tonjolan mata bergerak ke kiri dan ke kanan karena memang pada tidur REM, mata bergerak cepat ke kiri dan ke kanan.
Pada saat tidur aktif atau REM inilah seseorang mengalami mimpi yang sebagian besar tidak akan diingat pada saat bangun dari tidur. Anda juga mengalami imobilitas yaitu tidak dapat menggerakkan otot-otot Anda. Hal ini yang berguna agar Anda tidak bergerak sesuai mimpi Anda sehingga membahayakan Anda. Biasanya seseorang mengalami mimpi kira-kira setiap 90 menit sekali dalam sebuah siklus tidur.
Periode tidur aktif berlangsung selama 25 persen dari keseluruhan periode tidur kita. Pada saat tidur aktif atau REM, tubuh memulihkan fungsi-fungsi tertentu dari otak dan juga memperbaiki mental. Pada saat ini pikiran akan memilih, mengolah, mengorganisasi, menghapus hal-hal yang tidak penting dan menyimpan keterangan yang dialami pada hari sebelumnya seperti saat seseorang merekam film dan akan mempersiapkan otak dan pikiran untuk menerima keterangan baru esok harinya. Saat tidur aktif, otak akan menghapus memori jangka pendek atau data tidak penting dan mempertahankan ingatan jangka panjang. Inilah yang membuat setelah tidur, pikiran terasa lebih segar karena tersedia lebih banyak memori otak untuk digunakan lagi.
Selain itu, selama Anda tertidur, tubuh menghasilkan sel T yang akan melawan patogen atau bibit penyakit. Dan saat tertidur, tubuh juga menghasilkan hormon leptin untuk mengatur nafsu makan.
Agar tubuh merasakan manfaat baik dari tidur, seseorang harus mengalami semua proses tidur tersebut dan dalam waktu yang cukup. Jika kita kurang tidur, akan sulit berkonsentrasi, kehilangan memori, dan kosa kata, penurunan kesanggupan berpikir analitis, dan kehilangan kreativitas. Bahkan kurang tidur bisa meningkatkan kekhawatiran dan depresi. Maka, berupayalah agar Anda cukup tidur setiap hari dan rasakan manfaatnya.


One Response to “Manfaat Tidur”

  1. Tidur merupakan berkah dari Tuhan yang diberikan kepada hambanya sebagai bagian untuk memulihkan kondisi fisiknya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: